Kamis, 26 September 2013

Pacaran Usia sekolah






  Pagi itu hari jumat yang sangat cerah namun awan gelap menutupi matahari. Kudil sedang menikmati pagi harinya yang indah sambil meminum secangkir minyak panas dan gorengan ban sepeda faforitnya. Saat itu Kudil juga sedang membaca koran lengkap dengan kacamata setebal pantat botol dan koran Update-an tahun 1933. Namun, disela keasikannya tiba-tiba dia terganggu oleh suara aneh yang gak asing ditelinganya. Dan benar, tiba-tiba si Usman teman sekelasnya datang dan seperti biasa, dia datang diawali dengan suara kentut dan diiringi suara musik tarling yang khas.

Usman : "Dil, gue punya masalah nih" kata Usman sambil menghampiri Kudil dengan tergopoh-gopoh.

Kudil : "Ha?" Kudil mlongo dengan iler yang bercucuran. "Orang kayak lo punya masalah? Bukannya lo biasanya jadi masalah aja?" lanjut Kudil dan masih tetap ileran.

Usman : "Brengsek lo!" Usman emosi. "Serius nih, gue punya masalah dil...." lanjut Usman sambil memasang muka memelas dan mata berkaca-kaca mirip Hellboy Ketabok emaknya.

Kudil : "Masalah apaan?" tanya Kudil dengan wajah yang berkilau dengan sosok kedewasaan (atau ketuaan) yang ia punya. "Cewek ya?" (masih ekspresi wajah yang sama)

Usman : "Iya, cewek gue...." Usman mulai meneteskan air mata dan sedikit ingus. "Lo bayangin coba, masa nih ya, cewek gue ninggalin gue gara-gara gue gak neraktir dia?!" Usman cerita dengan mengebu-gebu.

Kudil : "Ah elo, masa lo maunya ditraktir aja? oya gue lupa, lo makan aja masih nyari ditong sampah ya?" jawab Kudil sambil grepe-grepe lantai karena kacamata miliknya jatuh.

Usman : "iye, Lo juga kan masih tidur di bekas kardus telor begooo" jawab si Usman.

Kudil : " Gini lo" Lanjut Kudil yang sudah menemukan kaca mata pantat botolnya. " Emang sebenernya kita salah kalo bilang cewek itu matre. Karena kita kalo mau punya pacar, itu udah sama aja mau punya anak orang laen. Nah, lo mau kasih makan apaan tuh anak orang?" Lanjut Kudil sambil memasang wajah seperti guru Guy yang menasihati Rock lee.

Usman : "Tapi dia gak mikir. gue kan masih sekolah, masa dia mau minta ini-itu ke gue, lha gue aja masih ngemis orang tua buat makan sehari-hari. untung nyokap bokap gue bukan renternir" jawab Usman sambil meminum Minyak panas milik Kudil.

Kudil : " Lha, lo tau lo masih sekolah dan masih ngemis ke Ortu buat makan, kenapa lo malah berani pacaran diusia sekolah?" jawab Kudil

Usman : "Tapi, gue cinta sama dia" jawab si Usman sambil tetap berkaca-kaca

Kudil : " Nah lo tanggung jawab lah atas semuanya yang menyangkut keadaan anak lo! Ini namanya lo ngurus bareng-bareng anak orang begoo, masa lo mau pacaran tapi pacar lo gak mau lo urusin?" Jawab Kudil sambil menepuk pundak si Usman. Adegan tadi mirip ayah kudanil yang menasihati anak gorilla binal.

Usman : "Fuft, gitu ya?" Kata usman sambil memasang wajah blo'on

Kudil : "Ya eyalaaaah" Jawab Kudil dengan gerakan mulut monyong bak anak alay.

  Akhirnya, Usman pulang setelah mereka berdua berdebat, dan mendesah cukup lama. Usman pulang dengan kepala tertunduk seperti sedang mengenang perjuangan para pahlawan. Kudil pun membersihkan terasnya dari air mata dan ingus Usman tadi, sekalian membersihkan bekas poopnya yang keluar ditengah-tengah perbincangan mereka.

  Yap, buat gue emang bener kata Kudil, jaadi kalo lo masih sekolah, ngapain sih lo punya pacar? Kalo lo memaksa untuk punya pacar. Berarti lo memaksa untuk bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada pacar lo. Jadi cewek emang matre kalo berlebihan saat pacaran diusia sekola. Tapi, salah cowoknya juga, kenapa mau punya pacar diusia sekola tapi gak mau tanggung jawab. ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar